PERSPEKTIF

Polemik Agraria; Eksternalisasi Mission HMI sebagai Solusi

Dalam carut-marut globalisasi, ekspansi dan eksploitasi menjadi hasrat yang tak tertahan dari kapitalisme, menjadikan alam sebagai senyawa guna memberikan kebutuhan bagi manusia sekaligus menjadikannya sebagai sasaran empuk untuk mengakumulasi modal sehingga ketimpangan dalam kehidupan baik dari segi kebutuhan maupun segi keberadaan tak terelakkan.

Segala sesuatunya menjadi suatu bentuk sentralitas dalam memperoleh kekayaan, karena korporat memiliki alat produksi dan mendiskriminasi pada masyarakat kelas bawah. Hal ini sebagai efek domino dari perkawinan pengusaha dan pemerintah yang memberikan kelonggaran pada alat vital kapitalis dan menjadikan pemerintah sebagai pembuat regulasi ulung dengan mudah menentukan dan menyulam aturan yang berpihak pada kepentingan pengusaha (korporat).

Kehadiran bentuk globalisasi membuat sebahagian masyarakat kecil muak dengan kehidupan dan memilih langkah dan cara tersendiri untuk hidup. Namun sebahagian lainnya merasa nyaman dan tentram jika hidup dan perilaku diatur dan ditata dengan konsepsi yang dibangun dari korporat.

Perkara demikianlah yang membuat manusia tereliminasi dari dirinya dan menganggap hal itu adalah hal yang wajar. Segala ruas-ruas kehidupan manusia terperangkap dalam keterasingan. HMI sebagai sebuah organisasi yang menjadikan Islam sebagai semangat dan pijakan juang tentu tidak membenarkan problematika tersebut. Konsep Rahmatan Lil Alamin tidak mengindahkan tindakan ekploitatif terhadap manusia dan kemanusiaan.

Lebih lanjut, asas Islam dalam HMI merupakan sebuah doktrin yang tidak pernah alpa dalam forum kaderisasi baik basic training, intermediate training hingga advance training. Dan dari tilikan sejarah, perjuangan HMI dari masa ke masa pun tidak pernah ketinggalan dalam menyoal dan menyelesaikan problematika sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Akan tetapi, itu bukanlah merupakan suatu kebanggaan yang mesti dirawat dan atau bukan berarti harus dihilangkan karena sejarah menjadi suatu pijakan untuk terus mengafirmasi kondisi HMI untuk tetap menunjukkan eksistensi demi kemajuan.

HMI sebagai harapan masyarakat Indonesia tentu sudah menjadi keharusan untuk ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah atau konflik-konflik agraria yang sampai saat ini masih menjadi pemandangan utama dalam keseharian kita. Sebagai sebuah analisa dari beberapa fenomena, kita dapat menyimpulkan bahwa ekspansi atau penaklukan terbesar dewasa ini terdapat pada sektor agraria secara negara kita memperoleh penamaan sebagai negara agraris sehingga hampir dapat dipastikan bahwa bagi kita di negeri ini sektor agraria merupakan urat nadi bangsa.

Sebagai seorang kader HMI, tentu kehadiran kita di tengah polemik dan dinamika sosial kemasyarakatan yang rentan akan seperangkat tindakan eksploitatif bukan sebagai obat penenang melainkan penyembuh. Permasalahan agraria seperti perampasan ruang hidup bagi kebanyakan masyarakat tidak hanya cukup dengan hadirnya kompensasi dari pihak pemerintah dan swasta, akan tetapi lebih kepada menciptakan sebuah formula baru dalam mencegah lahirnya kasus-kasus baru tentang perampasan ruang hidup. Setiap yang tergusur dari ruang hidup yang selama ini menjadi tempat tinggalnya dalam menjalani proses kehidupan akan kehilangan sejarah dan kenangan yang keduanya tak dapat dihargai dengan angka semata.

Dalam mewujudkan Mission HMI, maka kader-kader HMI seyogyanya menjadi bendungan yang kokoh di tengah arus deras globalisasi yang mengancam kehidupan masyarakat. HMI dalam penamaan yang tidak asing lagi, “Harapan Masyarakat Indonesia”, merupakan sebuah tumpuan harapan masyarakat termasuk masyarakat yang tengah diterjang konflik agraria. Kita ketahui bahwa perkara ultim di negeri ini bukanlah pada pejabat tinggi, akan tetapi pada sektor agraria. Kita mungkin saja hidup tanpa aparatur pemerintah tapi tidak dengan tanpa ruang agraria. Masalah agraria adalah senyawa hidup dan HMI sudah sepatutnya hadir sebagai solusi di tengah polemik agraria.

Penulis: Abdul Latif, Ketua Umum HMI Komisariat Munir Mulkhan Cabang Gowa Raya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *