PERSPEKTIF

Refleksi 54 Tahun; Kohati dan Dinamika Sosialnya

Korps HMI-Wati atau disingkat Kohati adalah salah satu badan khusus pemberdayaan perempuan di dalam struktur organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sedangkan HMI-Wati adalah perempuan yang telah lulus Latihan Kader 1 (LK-1) atau biasa disebut Basic Training. Lembaran sejarah mencatat bahwa eksistensi Kohati di lingkungan sosial maupun di Internal HMI di dorong oleh beberapa alasan terkait HMI-Wati (perempuan) itu sendiri.

Terbinanya muslimah berkualitas insan cita dan terbebas dari segala tendensi apapun dan bebas berpendapat secara mandiri tanpa takut dengan segala konstruksi sosial. Dengan segala dinamika yang ada, apakah Kohati sudah sampai pada tujuannya secara eksistensi? Jika ia, lantas apa yang akan kita katakan terhadap realitas hari ini? Realitas bahwa perempuan masih dibatasi ruang gerak serta nalar kritisnya.

Perempuan masih mendapatkan pelecehan hingga kekerasan seksual. Perempuan yang masih sangat minim pada wilayah intelektual hingga sampai pada pelemahan perempuan di ranah sosial.

Salah satu alasan dari dideklarasikannya Kohati sebagai lembaga pemberdayaan perempuan adalah karena maraknya pelecehan seksual hingga kekerasan seksual di kalangan perempuan sebagai korban. Tak hanya itu, ketertinggalan perempuan dari segi intelektual juga menjadi alasan kehadiran Kohati di HMI. Perempuan dari masa ke masa yang sudah terlanjur stagnan oleh berbagai macam konstruksi negatif yang dapat menghambat perempuan dalam mengasah pikirannya juga menjadi sebab Kohati hadir sampai saat ini.

Lalu, apakah eksistensi Kohati di ranah sosial hari ini mampu menepis perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan yang dialami oleh kaum perempuan? Lantas, bagaimana peran Kohati dalam melihat realitas yang terjadi? Lalu, apa solusi yang ditawarkan? Sebagai lembaga pemberdayaan perempuan, sudah sewajarnya Kohati menjawab persoalan-persoalan demikian.

Minimnya pengetahuan tentang Kekohatian di lingkup Kohati itu sendiri serta kurangnya sistem berfikir kritis dapat menjadi sebab apatisnya para kader HMI-wati dalam menyikapi hal-hal tersebut sekaligus menjadi alasan tersendiri di balik maraknya pelecehan hingga kekerasan seksual yang di alami oleh perempuan. Lalu, Apa pemaknaan terhadap Kohati sebagai wadah perempuan jika pengetahuan tentang Kekohatian saja masih minim sehingga kekerasan seksual masih marak terjadi pada perempuan?

Eksistensi Kohati adalah jawaban dari segala kritikan dan hal-hal yang terjadi pada perempuan. Jika saja perempuan melepaskan dirinya dari berbagai konstruksi negatif juga berani membuang sifat apatisnya terhadap sesama perempuan, maka niscaya perempuan akan mampu meredam berbagai peristiwa yang menimpanya.

Dengan segala dinamika yang ada, Kohati diharapkan mampu berkontribusi besar dalam bidang pengembangan intelektual perempuan guna membangun serta memperbaiki peradaban perempuan khususnya. Perempuan dengan kekuatan cinta yang dimilikinya mampu eksis dengan nalar kritisnya baik di lingkungan sosial maupun sub-sosial. Mampu membawa perubahan bagi perempuan melalui basis gerakan kesadaran intelektualitas dan spiritualitas.

Perempuan sebagai bunga revolusi adalah perempuan yang mampu merevolusi pemikirannya dan mampu melepaskan dirinya dari berbagai tendensi, kungkungan ataupun konstruksi yang dapat menghambat perjalanannya menuju hakikat dirinya sebagai perempuan. Perempuan harus merdeka. Jangan mengunci mati nalar kritis perempuan dengan dalil-dalil agama sebab itu tidak lain adalah tindakan eksploitasi.

“Kerugian terbesar seorang perempuan adalah ketika dia membiarkan dirinya jatuh dalam lubang kebodohan dengan tidak membangkitkan kesadaran diri akan pentingnya pengetahuan. Belajar adalah wujud pemanfaatan akal yang paling maksimal sebagai tanda kesyukuran kita kepada Sang Pencipta yang telah menitipkan rahmat dan hidayah dalam diri setiap manusia”.

17 September 1966 – 17 September 2020

Ikhtiar Kohati dalam membangun Generasi Mandiri
Jayalah Kohati,Bahagia HMI!
Yakin Usaha Sampai

Makassar, 17 September 2020

Penulis: Ria Mutmainna Manwar, Kader HMI Kom. Bintang Arasy Cabang Gowa Raya dan Mahasiswi PGSD, Unismuh Makassar.

IG : @iniricaaaaa
WA : 082-293-030-274
FB : Ria Mutmainna Manwar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *